Buat yang pernah hiking ke Gunung Manglayang dan juga bagi para pencinta keindahan alam, di Kota Bandung lokasi keberadaan Gunung Manglayang yang indah menjulang.
Gunung Manglayang menjadi batas alam antara wilayah timur Kabupaten Bandung (wilayah Ujungberung) dengan Kabupaten Sumedang, dan itu berlaku sampai sekarang. Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 1.818 mdpl yang bisa bikin kaki kita lemes ketika naik ke puncaknya.
Di dalam Wikipedia, Gunung Manglayang adalah sebuah gunung berapi keurucut non-aktif yang memiliki pemandangannya sangat indah.
Dalam rangkaian gunung-gunung Gunung Sunda Purba, yaitu : Gunung Burangrang, Gunung Tangkuban Perahu, Bukit Tunggul Manglayang, gunung ini merupakan gunung yang terletak paling timur. Dikarenakan hal itu mungkin di kalangan para penggiat alam bebas, gunung ini tidak terlalu menjadi perhatian, terkecuali untuk para penggiat alam bebas dari Bandung dan sekitarnya.
Walaupun begitu, Gunung Manglayang tetap menawarkan pesona alamnya tersendiri. Di samping Gunung Manglayang terdapat Gunung Pacet yang mengitari sekitar Gunung Manglayang sebelah barat dan utara.
Keindahan Gunung Manglayang memang nggak bisa didebat lagi. Kita bisa melihat seisi Kota Bandung dari atasnya. Apalagi ketika malam tiba, wah, lampu-lampu kota gemerlap terlihat jelas dari atas puncak. Pagi harinya, kita bisa bangun melihat matahari yang menampakan sinarnya
Sejarah Gunung Manglayang yang Konon Disebut Pusaka Dewa
Nama Manglayang ini memang awalnya bernama Langlayang. Kata “langlayang” bisa kita temukan pada cerita Mahabharata atau cerita wayang, bukan sinetron India yang dulu bikin ibu-ibu betah di rumah itu, ya, tetepi ini dalam cerita Mahabharata, langlayang diartikan sebagai pusaka yang dimiliki oleh Yudistira yang merupakan saudara tertua dari Pandawa. Pusaka itu memiliki sebutan Jamus Layang Kalimusada. Nggak heran kalau ada beberapa orang yang menyebut gunung ini angker, sejarahnya saja luar biasa mind blowing.
Nggak hanya itu, dalam cerita pantun Mundinglaya Dikusumah, diceritakan bahwa seorang kesatria Pajajaran bernama Mundinglaya harus mencari pusaka dewa yang bernama Layang Sasakadomas untuk dijadikan tumbal agar negaranya menjadi lebih aman dan makmur, gemah ripah loh jinawi. Slogan tersebut kini dipakai oleh Pemkot Bandung.
Dari kedua naskah itulah dapat disimpulkan bahwa kata “langlayang” memang diartikan sebagai pusaka dewa. Jadi, apabila di sebelah timur Kabupaten Bandung kita akan menemukan nama Gunung Wayang sebagai napas dewa atau surga (wha berarti napas atau suara, sementara hyang berarti dewa atau surga), di sebelah utara Kabupaten Bandung kita akan menemukan Gunung Langlayang sebagai pusaka dewa atau surga. Dan seiring dengan waktu, kata “langlayang” memperoleh awalan ma- menjadi “malayang” yang lama-kelamaan berubah menjadi “manglayang”.
Sejarah dari Gunung Manglayang ini memang agak sulit untuk dipastikan kebenarannya mengingat naskah Sunda kuno memang memiliki usia yang sangat lama dari sejak penciptaannya hingga masa sekarang. Terlebih, banyak cerita rakyat yang diceritakan dari mulut ke mulut namun nggak jelas sumbernya dari mana.
Sama seperti gunung lainnya, beberapa orang menganggap bahwa Gunung Manglayang angker. Konon, gunung ini kerap menampakkan sosok nenek-nenek yang biasa mengganggu para pendaki. Selain itu, ada batu lawang yang katanya disebut-sebut sebagai gerbang menuju ke alam lain. Bahkan ada juga misteri batu kursi yang hingga kini nggak diketahui sejarahnya.
Di balik itu semua, Gunung Manglayang tetaplah jadi tempat wisata andalan masyarakat Kota Bandung, bahkan seluruh Indonesia. Setiap tahunnya ada banyak orang yang berkemah di gunung itu.
Nah, sekarang dengan adanya kehadiran Nempoe Cafe & Resto di Kabupaten Bandung kita tidak perlu repot- repot mendaki Gunung karena keindahan Gunung Manglayang terlihat dengan jelas dari Nempoe Cafe & Resto.
Legenda dan Kisah-kisah Mitos Tentang Gunung Manglayang
Beberapa misteri Gunung Manglayang meliputi kisah kuda terbang Semprani, adanya Batu Kuda yang dipercaya sebagai jelmaan kuda tersebut, fenomena kabut yang bisa memutar waktu, suara-suara gaib seperti gamelan, dan adanya pasar malam tak kasatmata. Selain itu, terdapat pula misteri makhluk gaib penjaga gunung yang bisa memberikan tanda, adanya batu-batu petapa dengan suara samar, dan sebuah pohon beringin tua di puncak yang dipercaya menjadi tempat tinggal makhluk halus.
Apa Makna Filosofis dari Kisah Mitos Gunung Manglayang ?
Makna filosofis dari cerita tentang Gunung Manglayang dapat diinterpretasikan sebagai berikut :
- Kesetiaan dan Pengorbanan : Cerita tentang kuda terbang Semprani yang setia kepada tuannya, Prabu Layang Kusuma, mengajarkan kita tentang pentingnya kesetiaan dan pengorbanan dalam hubungan.
- Harapan dan Ketabahan : Batu Kursi yang diyakini sebagai tempat Prabu Layang Kusuma menunggu kudanya yang hilang, mengajarkan kita tentang pentingnya memiliki harapan dan ketabahan dalam menghadapi kesulitan.
- Kekuatan Spiritual : Makam tanpa nama di puncak Gunung Manglayang yang diyakini memiliki kekuatan spiritual, mengajarkan kita tentang pentingnya spiritualitas dan introspeksi dalam hidup.
- Cinta yang Tulus : Kisah cinta tragis antara putri dan pemuda desa yang dipisahkan oleh kekuatan magis, mengajarkan kita tentang cinta yang tulus dan tak terbatas.
- Kesabaran dan Ketekunan : Perjuangan Prabu Layang Kusuma untuk mencari kudanya yang hilang, mengajarkan kita tentang pentingnya kesabaran dan ketekunan dalam mencapai tujuan.
- Kekuatan Alam : Gunung Manglayang sebagai simbol kekuatan alam yang luar biasa, mengajarkan kita tentang pentingnya menghormati dan menjaga alam.
- Kearifan Lokal : Cerita tentang Gunung Manglayang yang sarat dengan nilai-nilai kearifan lokal, mengajarkan kita tentang pentingnya melestarikan budaya dan tradisi.
- Spiritualitas dan Introspeksi : Gunung Manglayang sebagai tempat spiritual yang penting, mengajarkan kita tentang pentingnya introspeksi dan spiritualitas dalam hidup.
Makna filosofis dari cerita tentang Gunung Manglayang dapat berbeda-beda tergantung pada perspektif dan pengalaman individu. Namun, secara umum, cerita ini mengajarkan kita tentang pentingnya kesetiaan, harapan, kekuatan spiritual, cinta yang tulus, dan kesabaran dalam hidup.

Memang serem Ibu, dulu saya pernah kesana Ibu jemput Asisten Rumah Tangga baliknya sempat tersesat dan curam, tp bagus bisa lihat kota Bandung dari atas
Mistis ya..pengen k gunung mlayang
Sangat informatif buk, ternyata Gunung Manglayang ada sisi mistif nya ya..
Terima kasih Ibu Cantik cerita rakyat tentang Gunung Manglayang.sangat menarik.
Tempat yg nyaman dan menyejukkan, hatur nuhum share infonya Ibu..
gunung yg indah dengan kisah yang menarik.. menjadi bahan renungan untuk selalu mencintai alam dan mengakui kebesaran Allah SWT melalui ciptaan-Nya.
berkat artikel dam vlog ibu, jadi tahu ttg gunung manglayang yg indah beserta legenda dan mitosnya.
Terimakasih informasinya ibu…menambah pengetahuan…
Kalau bercerita tentang gunung, ingat saat muda sering mendaki gunung yg setelah sampai puncak, lelah kita hilang karena keindahan alam yg nampak di depan mata kita, matur sukseme berbagi infonya ibu.
Infonya sgt menarik ibu trimaksih slaam sehat selalu amin
Infonya sgt menarik dan membuat motivasi ibu trimaksih slaam sehat selalu amin
Bacanya Siang Bu,
Biar ndak serem…..
Banyak dari kata-kata seram biasanya mengandung rahasia
atau cerita yang bisa kita pelajari.
Setiap daerah dan suku biasanya memiliki cerita turun temurun dari
Masyarakat setempat yg kita kenal, salah satunya adalah Legenda, yang sering dikaitkan dengan makhluk halus yang menakutkan. Namun, dalam kepercayaan masyarakat setempat, khususnya suku Sunda cerita Legenda Manglayang, juga merujuk kepada individu yang memiliki sifat luhur dan memiliki kekuatan spiritual yang luar biasa. Wach, Vlog Ibu, membawa kita ke masa lalu, membayangkan saya hidup dalam masa itu. Sama persis ketika dulu kecil saat senang dan Hobby membaca cerita2 karya ” Charles Andersen”
Suka bertanya 2 dalam hati, Pertanyaannya , apakah ada Kuda yang bersayap ??? Tak jarang bertanya pada ortu dan Kk yg lebih senior
Jawabnya, antara percaya dan tidak percaya ?? Artinya,
“Percaya” memang patut, karna ada bukti2 peninggalan benda dan cerita turun- temurun.
“Tidak percaya , kapan ya itu kejadiannya ?? Bingung kan ???
Akhirnya terlelap, mikirin jalan cerita Sang Legenda.