Sebuah catatan ketika kopi itu tetap kita yakini sesuatu yang pahit namun dapat menjadi pengingat. Pahitnya ngajarin sabar, panasnya ngajarin hati-hati, aromanya ngajarin bersyukur.”

Wajar banget rasanya sakit kalau orang yang paling kita cintai tiba-tiba berubah, menjadi “asing”. Nggak ada yang ngajarin kita cara nerima perubahan itu. Tapi ikhlas di sini bukan berarti pasrah atau nggak ngerasain apa-apa.

Ikhlas itu kayak napas: dilepas pelan-pelan, bukan ditahan terus.

Makna ikhlasnya: Ganti kalimat di kepala jadi “Dulu kamu gini, sekarang kamu gitu. Aku mau ngerti kenapa”. Niat mau ngerti itu langkah pertama ke ikhlas. Ngot itu capek buat diri kita sendiri, bukan buat dia.

Seperti Air filosofi ikhlas itu mengalir ke bawah, tapi dia tetap punya batas: tebing.

Kita bisa nerima dia berubah, tapi tetap jaga harga diri dan batas yang sehat. Itu bukan egois, tetapi itu self-respect. Jangan pernah berfikir, “Aku kurang apa?”. Energi habis buat memikirkan hal ini

Makna ikhlasnya: Ikhlas itu kita kembalikan kendali ke tempat yang bisa kita kontrol: Tanya kepada diri sendiri: “Aku masih jadi versi terbaik kah ?

 

Doa itu Bentuk Ikhlas Paling Tinggi

Dalam agama apapun mengajarkan hal yang sama, ikhlas itu “tawakkal setelah usaha”. Jadi urutannya: bicarakan baik-baik → perbaiki diri → doain dia → pasrahkan hasilnya ke Allah.

—

Kalimat yang bisa kita ucapkan kepada diri sendiri :

“Dia berubah, dan aku boleh sedih. Tapi aku nggak akan berhenti hidup gara-gara itu. Aku nerima kenyataan, bukan nerima perlakuan buruk. Aku ikhlas, bukan kalah.”

Perubahan itu sunnatullah. Bahkan kita sendiri berubah tiap tahun. Ikhlas itu bukan “suka sama perubahan”, tapi “damai sama kenyataan” sambil tetap memilih yang terbaik buat diri kita

Orang bijak bilang : “Kopi itu pengingat. Pahitnya ngajarin sabar, panasnya ngajarin hati-hati, aromanya ngajarin bersyukur.”

By Admin 2

15 thoughts on “Sebuah catatan ketika kopi itu tetap kita yakini sesuatu yang pahit namun dapat menjadi pengingat. Pahitnya ngajarin sabar, panasnya ngajarin hati-hati, aromanya ngajarin bersyukur.”
  1. Kopi tdk lg menjadi pahit ketika kita selalu menikmatinya..mensyukuri rasa pahitnya…❤️❤️Tks Ibu…filosofinya sangat menginspirasi…

    1. Terimakasih Ibu atas sharing pengetahuannya tentang kopi, sepakat dari filosofi kopi kita banyak belajar hal2 penting dalam kehidupan.
      Sehat2 selalu ya Ibu. Salam hormat kami

  2. terima kasih Ibu tentnag filoshopi nya memberikan makna yang kuat dalam kehiduoan yana kita harus mengingat akan kebesaran Tuhan Yang Maha Kuasa yang sudha begitu besar memberi kebahagiaan dalam kehiduoan kita .. Amim amim

  3. Indah sekali Prof Mia. Kopi menjadi metafora hidup yang sangat kuat: pahitnya mengajarkan sabar, panasnya mengajarkan kehati-hatian, dan aromanya mengajarkan syukur. Dari secangkir kopi, kita belajar bahwa hidup tidak selalu harus manis untuk tetap bermakna.

  4. Secangkir kopi bisa menghangatkan ,tetapi filosopi dari kopi tsb banyak sekali maknanya .Salam sehat ibu cantik.

  5. Selamat siang Ibuku nu bageur. Ibu, Senantiasa selalu cantik dan bersahaja. Semakin tahun semakin tambah muda. Nice Words tentang kopi hari ini, kerennnn. Mengajarkan Sekeren Ibuku sayang. Mengajarkan kita senantiasa selalu bersyukur dalam segala hal. Tuhan memberkati Ibuku nu bageur. Love n miss you Ibu. ❤️

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *